Tokoh yang dianggap sebagai penemu benua Amerika adalah Christopher Columbus.
Pada abad ke-17 banyak masyarakat Inggris yang melakukan migrasi ke Amerika Utara karena faktor:
- agama, yaitu penganut kristen puritan mendapat gangguan dan tekanan dari kristen anglikan yang menjadi agama resmi kerajaan.
- Politik, yaitu banyak anggota masyarakat yang ingin memperoleh kebebasan hidup dari kungkungan tindakan raja yang absolut.
- Ekonomi, yaitu masyarakat ingin memperbaiki kesejahteraan hidupnya di daerah yang baru.
Masyarakat inggris yang bermigrasi ke amerika utara membentuk koloni.
Yang dimaksud koloni adalah daerah yang ditempati para imigran setelah
berhasil menguasai dan mengusir penduduk asli.
Koloni pertama yang berdiri di amerika utara adalah virginia, yang
didirikan tahun 1607 oleh kongsi dagang bernama virginia company.
Sampai tahun 1700, di sepanjang pantai timur amerika utara berdiri 13 buah koloni, yaitu:
- New Hampshire
- Massachussets
- Rhode Island
- New York
- Connecticut
- New Jersey
- Pennsylvania
- Delaware
- Maryland
- Virginia
- North Carolina
- South Carolina
- Georgia
Kaum kolonis berusaha meluaskan wilayahnya dengan cara menyeberangi
pegunungan appalachia dan alegheny. Tindakan ini telah menggusarkan
pihak prancis yang sama-sama mengincar daerah tersebut.
Pada tahun 1754 diselenggarakan kongres albany diantara kaum kolonis
dengan suku-suku indian yang berhasil mengeluarkan pernyataan yang
berbunyi sebuah persatuan diantara koloni-koloni mutlak perlu demi
kelangsungan hidup mereka.
Diantara tahun 1756 – 1763 pecah perang antara inggris dengan prancis
yang dimenangkan pihak inggris. Adapun penyebabnya adalah inggris
melanggar tapal batas sampai ke wilayah mississipi. Dengan bekal
kemenangan perang itu, inggris mengklaim wilayah amerika utara sebagai
bagian dari negaranya.
Pemerintah inggris kemudian mengeluarkan aturan-aturan yang memberatkan pihak kolonis, diantaranya:
- Inggris mengangkat gubernur untuk setiap daerah koloni di amerika utara
- Penduduk dikenakan berbagai pajak.
Pada tahun 1765, kaum kolonis mengeluarkan pernyataan No Taxation
Without Representation (tidak akan bayar pajak kalau tidak ada
perwakilan).
Pada tahun 1766, parlemen inggris menghapuskan semua jenis pungutan
pajak di wilayah koloni-koloni. Kebijakan ini berhasil meredakan
ketegangan diantara kaum kolonis dengan pihak inggris.
Pada tahun 1767, Townshend (PM inggris yang baru) memberlakukan
kembali berbagai aturan pajak. Pelaksanaan undang-undang pajak baru itu
menimbulkan kekacauan di wilayah koloni. Banyak petugas pajak inggris
yang dikejar-kejar dan dikeroyok massa, terutama di kota Boston.
Pihak inggris marah, maka lahirlah drama pembantaian masyarakat
boston pada tanggal 5 maret 1770 yang terkenal dengan sebutan The Boston
Massacre.
Samuel Adams membakar semangat kaum kolonis untuk terus menentang inggris demi memperoleh kemerdekaan bagi amerika.
Pada tanggal 16 Desember 1773, tiga buah kapal inggris yang memuat
teh untuk masyarakat koloni dibuang ke laut oleh para pemuda boston yang
menyamar sebagai orang-orang indian. Peristiwa ini terkenal sebagai The
Boston Tea Party (pesta teh boston).
Pada tanggal 5 September 1774, diselenggarakan kongres kontinental I di kota philadelphia yang mengeluarkan pernyataan:
- koloni-koloni menentang undang-undang paksaan
- membentuk persatuan diantara koloni-koloni di amerika utara.
Raja inggris segera mengutus jenderal thomas gage untuk menangkap
samuel adams dan kaum patriot lainnya, yang menentang kekuasaan inggris.
Pada tanggal 18 april 1775, diselenggarakan kongres kontinental II di philadelphia yang mengeluarkan keputusan sebagai berikut:
- menyatakan perlunya mengangkat senjata melawan inggris
- mengangkat kolonel george washington sebagai panglima laskar-laskar koloni di amerika utara.
Thomas Paine menyebarkan pamflet yang berjudul Common Sense, yang menyerukan pentingnya kemerdekaan dan menggembleng keyakinan kaum kolonis yang berjuang melepaskan diri dari inggris.
Thomas Jefferson (ketua tim perumus), John Adams, Benyamin Franklin, Roger Sherman, dan Robert L. Livingstone
(anggota-anggota kongres kontinental II), pada tanggal 4 Juli 1776
dapat merampungkan deklarasi kemerdekaan amerika. Pada hari itu
deklarasi disahkan, dan peristiwa itu dijadikan sebagai hari kemerdekaan
amerika serikat.
Isi pokok deklarasi kemerdekaan amerika meliputi:
- perlindungan hak asasi manusia
- pembentukan pemerintahan demokrasi.
Perang kemerdekaan amerika berlangsung dari tahun 1776 sampai 1783.
dalam tenggang waktu ini, kaum kolonis berjuang mati-matian
mempertahankan kedaulatan wilayahnya atas tindakan agresi inggris.
Benyamin Franklin berjasa sebagai duta keliling ke negara-negara
eropa untuk meminta dukungan dan bantuan dalam perang melawan inggris.
Prancis mengirimkan bala bantuan perang kepada kaum kolonis di bawah
pimpinan Laffayete. Prancis bertindak demikian, karena ingin membalas
dendam atas kekalahannya dalam perang tujuh tahun (1756 – 1763).
Demi tercapai pemerintahan yang demokrasi, koloni-koloni mencetuskan Article of Confederation
pada tahun 1777 yaitu tentang rencana konfederasi (penggabungan
negara-negara bagian). Dengan demikian, terbentuklah negara amerika
serikat.
Pada tahun 1781 inggris menderita kekalahan terbesar di kota
Yorktown. Jenderal Cornwallis menyerah, dan berita kekalahan ini sampai
ke London.
Perdamaian antara kaum kolonis, prancis, dan inggris berlangsung di
paris (prancis) pada tahun 1783. sejak saat itu, inggris mengakui
kemerdekaan negara amerika.
Sumber : http://matakristal.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar