Social Icons

Selasa, 28 Mei 2013

Sejarah Revolusi Amerika

     Tokoh yang dianggap sebagai penemu benua Amerika adalah Christopher Columbus.
Pada abad ke-17 banyak masyarakat Inggris yang melakukan migrasi ke Amerika Utara karena faktor:
-    agama, yaitu penganut kristen puritan mendapat gangguan dan tekanan dari kristen anglikan yang menjadi agama resmi kerajaan.
-    Politik, yaitu banyak anggota masyarakat yang ingin memperoleh kebebasan hidup dari kungkungan tindakan raja yang absolut.
-    Ekonomi, yaitu masyarakat ingin memperbaiki kesejahteraan hidupnya di daerah yang baru.
Masyarakat inggris yang bermigrasi ke amerika utara membentuk koloni. Yang dimaksud koloni adalah daerah yang ditempati para imigran setelah berhasil menguasai dan mengusir penduduk asli.
Koloni pertama yang berdiri di amerika utara adalah virginia, yang didirikan tahun 1607 oleh kongsi dagang bernama virginia company.
Sampai tahun 1700, di sepanjang pantai timur amerika utara berdiri 13 buah koloni, yaitu:
-    New Hampshire
-    Massachussets
-    Rhode Island
-    New York
-    Connecticut
-    New Jersey
-    Pennsylvania
-    Delaware
-    Maryland
-    Virginia
-    North Carolina
-    South Carolina
-    Georgia
Kaum kolonis berusaha meluaskan wilayahnya dengan cara menyeberangi pegunungan appalachia dan alegheny. Tindakan ini telah menggusarkan pihak prancis yang sama-sama mengincar daerah tersebut.
Pada tahun 1754 diselenggarakan kongres albany diantara kaum kolonis dengan suku-suku indian yang berhasil mengeluarkan pernyataan yang berbunyi sebuah persatuan diantara koloni-koloni mutlak perlu demi kelangsungan hidup mereka.
Diantara tahun 1756 – 1763 pecah perang antara inggris dengan prancis yang dimenangkan pihak inggris. Adapun penyebabnya adalah inggris melanggar tapal batas sampai ke wilayah mississipi. Dengan bekal kemenangan perang itu, inggris mengklaim wilayah amerika utara sebagai bagian dari negaranya.
Pemerintah inggris kemudian mengeluarkan aturan-aturan yang memberatkan pihak kolonis, diantaranya:
-    Inggris mengangkat gubernur untuk setiap daerah koloni di amerika utara
-    Penduduk dikenakan berbagai pajak.
Pada tahun 1765, kaum kolonis mengeluarkan pernyataan No Taxation Without Representation (tidak akan bayar pajak kalau tidak ada perwakilan).
Pada tahun 1766, parlemen inggris menghapuskan semua jenis pungutan pajak di wilayah koloni-koloni. Kebijakan ini berhasil meredakan ketegangan diantara kaum kolonis dengan pihak inggris.
Pada tahun 1767, Townshend (PM inggris yang baru) memberlakukan kembali berbagai aturan pajak. Pelaksanaan undang-undang pajak baru itu menimbulkan kekacauan di wilayah koloni. Banyak petugas pajak inggris yang dikejar-kejar dan dikeroyok massa, terutama di kota Boston.
Pihak inggris marah, maka lahirlah drama pembantaian masyarakat boston pada tanggal 5 maret 1770 yang terkenal dengan sebutan The Boston Massacre.
Samuel Adams membakar semangat kaum kolonis untuk terus menentang inggris demi memperoleh kemerdekaan bagi amerika.
Pada tanggal 16 Desember 1773, tiga buah kapal inggris yang memuat teh untuk masyarakat koloni dibuang ke laut oleh para pemuda boston yang menyamar sebagai orang-orang indian. Peristiwa ini terkenal sebagai The Boston Tea Party (pesta teh boston).
Pada tanggal 5 September 1774, diselenggarakan kongres kontinental I di kota philadelphia yang mengeluarkan pernyataan:
-    koloni-koloni menentang undang-undang paksaan
-    membentuk persatuan diantara koloni-koloni di amerika utara.
Raja inggris segera mengutus jenderal thomas gage untuk menangkap samuel adams dan kaum patriot lainnya, yang menentang kekuasaan inggris.
Pada tanggal 18 april 1775, diselenggarakan kongres kontinental II di philadelphia yang mengeluarkan keputusan sebagai berikut:
-    menyatakan perlunya mengangkat senjata melawan inggris
-    mengangkat kolonel george washington sebagai panglima laskar-laskar koloni di amerika utara.
Thomas Paine menyebarkan pamflet yang berjudul Common Sense, yang menyerukan pentingnya kemerdekaan dan menggembleng keyakinan kaum kolonis yang berjuang melepaskan diri dari inggris.
Thomas Jefferson (ketua tim perumus), John Adams, Benyamin Franklin, Roger Sherman, dan Robert L. Livingstone (anggota-anggota kongres kontinental II), pada tanggal 4 Juli 1776 dapat merampungkan deklarasi kemerdekaan amerika. Pada hari itu deklarasi disahkan, dan peristiwa itu dijadikan sebagai hari kemerdekaan amerika serikat.
Isi pokok deklarasi kemerdekaan amerika meliputi:
-    perlindungan hak asasi manusia
-    pembentukan pemerintahan demokrasi.
Perang kemerdekaan amerika berlangsung dari tahun 1776 sampai 1783. dalam tenggang waktu ini, kaum kolonis berjuang mati-matian mempertahankan kedaulatan wilayahnya atas tindakan agresi inggris.
Benyamin Franklin berjasa sebagai duta keliling ke negara-negara eropa untuk meminta dukungan dan bantuan dalam perang melawan inggris.
Prancis mengirimkan bala bantuan perang kepada kaum kolonis di bawah pimpinan Laffayete. Prancis bertindak demikian, karena ingin membalas dendam atas kekalahannya dalam perang tujuh tahun (1756 – 1763).
Demi tercapai pemerintahan yang demokrasi, koloni-koloni mencetuskan Article of Confederation pada tahun 1777 yaitu tentang rencana konfederasi (penggabungan negara-negara bagian). Dengan demikian, terbentuklah negara amerika serikat.
Pada tahun 1781 inggris menderita kekalahan terbesar di kota Yorktown. Jenderal Cornwallis menyerah, dan berita kekalahan ini sampai ke London.
Perdamaian antara kaum kolonis, prancis, dan inggris berlangsung di paris (prancis) pada tahun 1783. sejak saat itu, inggris mengakui kemerdekaan negara amerika.

 Sumber : http://matakristal.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar